Sanksi Denda Bagi CPNS yang Mengundurkan Diri

Setiap seleksi CPNS memang sangat ketat bahkan formasi CPNS tahun inipun tergolong sangat sedikit bila di bandingkan dengan tahun sebelumnya. Lalu, apa sanksi denda CPNS bagi yang mengundurkan diri setelah di nyatakan lolos sampai tahap akhir?

Mari kita simak berikut ini!

Poin pada surat pernyataan

Penerimaan CPNS tahun ini hampir di semua instansi pusat maupun daerah mengharuskan surat pernyataan sebagai salah satu syarat dalam melamar sebagai CPNS.

Salah satu poinnya adalah tentang pernyataan untuk tidak mengundurkan diri apabila sudah diangkat menjadi PNS.

Jika iya, maka akan di berlakukan sanksi denda bagi CPNS yang mengundurkan diri.

Imbauan BKN

BKN memberikan imbauan kepada para CPNS (Calon Pegawai Negeri Sipil) berkaitan dengan surat pernyataan bersedia mengabdi pada instansi yang di daftar dan tidak mengajukan pindah dengan alasan apapun paling singkat selama 10 tahun sejak TMT PNS.

Imbauan disampaikan melalui akun Twitter BNK @BKNgoid

#SobatBKN, hati-hati memilih formasi #CPNS2019 karena berakibat LDR dgn pujaan hati. Jgn sampai minta pindah sebelum 10 tahun & harus berkomitmen dgn yg disepakati dlm surat pernyataan.

Sworo angin angin sing ngeridu ati
ngelingake sliramu sing tak tresnani
(Mimin sobat ambyar)

Yang pasti, ada sanksi denda bagi CPNS yang mengundurkan diri setelah dinyatakan lolos CPNS 2019.

Sanksi administrasi & denda

Sanksi tersebut berupa administrasi ataupun denda yang besarnya sudah di tentukan oleh masing-masing institusi.

Berdasarkan Peraturan Menpan RB No. 23 Tahun 2019, bila peserta dinyatakan lulus dan mengajukan pindah, maka yang bersangkutan dianggap mengundurkan diri.

Berikut sanksi yang diberikan berdasarkan peraturan tersebut:

Adapun sanksi yang diberikan berdasarkan peraturan tersebut: Jika peserta yang sudah dinyatakan lulus tahap akhir seleksi dan sudah mendapat persetujuan Nomor Induk Pegawai (NIP) dan kemudian mengundurkan diri, akan mendapatkan sanksi tidak boleh mendaftar pada penerimaan pegawai negeri sipil untuk periode berikutnya.

Sanksi denda

Sanksi yang diberlakukan oleh instansi baik administrasi maupun denda biasanya sudah tertulis pada pengumuman penerimaan CPNS di masing-masing instansi.

Ada 2 (dua) jenis sanksi yang akan diberikan kepada pelamar CPNS 2019 apabila dinyatakan lolos tetapi mengundurkan diri, yaitu:

  1. Tidak boleh mendaftar pada seleksi CPNS periode berikutnya;
  2. Denda berupa uang dalam nominal tertentu

Besaran denda

Denda yang diberlakukan bagi CPNS yang mengundurkan diri bervariasi. Ini tergantung dengan instansi masing-masing, ada yang menetapkan denda Rp. 25 juta, ada juga yang hingga Rp. 100 juta.

Mari kita simak besaran denda dari beberapa instansi berikut ini:

Kemenlu (Kementerian Luar Negeri)

Berdasarkan pengumuman Kementerian Luar Negeri, Pengumuman/00008/KP/11/2019/24/03 tentang Seleksi Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil Kementerian Luar Negeri Tahun Anggaran 2019, poin X nomor 10, disebutkan bahwa:

“Bagi peserta yang telah dinyatakan lulus hingga tahapan terakhir seleksi, tetapi mengundurkan diri dikenakan sanksi dengan diwajibkan mengganti biaya yang telah dikeluarkan Panitia sebesar Rp 50.000.000 (lima puluh juta rupiah) untuk disetorkan kepada Kas Negara sesuai dengan Peraturan Menteri Luar Negeri Nomor 04 Tahun 2009 tentang Pejabat Dinas Luar Negeri Diplomatik dan Konsuler”.

Selain itu, peserta tersebut juga dikenakan sanksi tidak dapat mengikuti seleksi penerimaan CPNS di periode berikutnya.

Badan Intelijen Negara

Berdasarkan pengumuman Nomor: Peng-11/XI/2019 tentang Seleksi Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Badan Intelijen Negara Tahun Anggaran 2019, dijelaskan bahwa BIN memberlakukan denda bagi pelamar yang lulus dan mengundurkan diri.

Adapun ketentuan tersebut bersumber dari Peraturan Kepala BIN Nomor 6 Tahun 2013 tentang Perekrutan Pegawai Badan Intelijen Negara.

Denda sebagai penerimaan negara bukan pajak akan diberlakukan bagi pelamar yang:

  • Dinyatakan lulus kemudian mengundurkan diri, sebesar Rp 25.000.000.
  • Telah diangkat menjadi CPNS kemudian mengundurkan diri, sebesar Rp 50.000.000.
  • Telah diangkat menjadi CPNS dan telah mengikuti Diklat Intelijen Tingkat Dasar dan Diklat lainnya kemudian mengundurkan diri, sebesar Rp 100.000.000.

Pemprov Kalimantan Selatan

Selain kementerian, beberapa pemerintah daerah juga memberlakukan sanksi denda. Salah satunya adalah Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.

Pada pengumuman yang dikeluarkan tentang seleksi CPNS di lingkungan Pemprov Kalsel, salah satu ketentuan yang dicantumkan berbunyi:

“Apabila peserta yang sudah dinyatakan lulus tahap akhir seleksi dan sudah mendapat persetujuan NIP kemudian mengundurkan diri yang bersangkutan wajib membayar ganti rugi sebesar Rp 100.000.000,- (Seratus Juta Rupiah) yang akan disetorkan ke Kas Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, dan diberikan sanksi tidak boleh mendaftar pada penerimaan CPNS periode berikutnya”.

Nah, intinya adalah, bagi peserta CPNS yang sudah dinyatakan lolos namun mengundurkan diri, maka akan ada sanksi baik administrasi maupun denda.

Jadi, kalian pasti sudah tahu isi dari surat pernyataan pada saat melakukan pendaftaran sebagai CPNS di instansi yang kalian lamar.

Ref: kompas.com

Advertisement

Pelajari latihan soal SKD CPNS disini

Loading...

Mari kita saling berbagi...
  • 62
    Shares

Update terakhir: 26 November 2019

Immer Manalu

Immer Manalu is an active blogger and freelancer who has been writing any online topics such as interview, cv and also this simple blog of recruitment information for those who are looking for job opportunities.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Rekrutmen PT Reska Multi Usaha (Pramugari KAI)

Rab Nov 27 , 2019
Selamat datang para Pencaker (Pencari Kerja) untuk informasi rekrutmen PT Reska Multi Usaha (Anak Perusahaan PT KAI) terbaru yang sedang dibuka di bulan November/Desember untuk […]
Rekrutmen PT Reska Multi Usaha

Like & Follow

Follow me

Tag